|
PENENTUAN
ARAH KIBLAT
[
QIBLA LOCATOR SOFTWARE
]
░
Converter
░
Hisab ░
NU On Line
░
Home░
PENDAHULUAN
Kiblat
berasal dari bahasa Arab (
قبلة )
adalah arah yang
merujuk ke suatu tempat dimana bangunan Ka’bah di Masjidil Haram
, Makkah, Arab Saudi. Ka’bah juga sering disebut dengan
Baitullah (Rumah Allah).
Menghadap
arah Kiblat merupakan suatu masalah yang penting dalam syariat
Islam. Menurut hukum syariat, menghadap ke arah kiblat diartikan
sebagai seluruh tubuh atau badan seseorang menghadap ke arah
Ka'bah yang terletak di Makkah yang merupakan pusat tumpuan umat
Islam bagi menyempurnakan ibadah-ibadah tertentu.
Pada
awalnya, kiblat mengarah ke Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsa
Jerusalem di Palestina, namun pada tahun 624 M ketika Nabi
Muhammad SAW hijrah ke Madinah, arah Kiblat berpindah ke arah
Ka’bah di Makkah hingga kini atas petunjuk wahyu dari Allah SWT.
Beberapa ulama berpendapat bahwa turunnya wahyu perpindahan
kiblat ini karena perselisihan Rasulullah SAW di Madinah.
Menghadap
ke arah kiblat menjadi syarat sah bagi umat Islam yang hendak
menunaikan shalat baik shalat fardhu lima waktu sehari semalam
atau shalat-shalat sunat yang lain. Kaidah dalam menentukan arah
kiblat memerlukan suatu ilmu khusus yang harus dipelajari atau
sekurang-kurangnya meyakini arah yang dibenarkan agar sesuai
dengan syariat.
HUKUM ARAH KIBLAT
.::
Converter
░
Hisab ░
NU On Line
░
Software
░
Ke Atas
░
Home::.
Kiblat
sebagai pusat tumpuan umat Islam dalam mengerjakan ibadah dalam
konsep arah terdapat beberapa hukum yang berkaitan yang telah
ditentukan secara syariat yaitu:
a.
Hukum Wajib
1.
Ketika shalat fardhu ataupun shalat sunat menghadap kiblat
merupakan syarat sahnya shalat
2.
Ketika melakukan tawaf di Baitullah.
3.
Ketika menguburkan jenazah maka harus diletakkan miring bahu
kanan menyentuh liang lahat dan muka
menghadap kiblat.
b. Hukum
Sunat
Bagi yang
ingin membaca Al-Quran, berdoa, berzikir, tidur (bahu kanan
dibawah) dan lain-lain yang berkaitan.
c. Hukum
Haram
Ketika
membuang air besar atau kecil di tanah lapang tanpa ada dinding
penghalang.
d. Hukum
Makruh
Membelakangi
arah kiblat dalam setiap perbuatan seperti membuang air besar
atau kecil dalam keadaan berdinding, tidur menelentang sedang
kaki selunjur ke arah kiblat dan sebagainya.
DALIL AL
QU'AN
.::
Converter
░
Hisab ░
NU On Line
░
Software
░
Ke Atas
░
Home::.

Surah Al-Baqarah
ayat 149 :
Artinya :"Dan
dari mana saja engkau keluar (untuk mengerjakan shalat)
hadapkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram (Ka'bah). Sesunggunya
perintah berkiblat ke Ka'bah itu benar dari Allah (tuhanmu) dan
ingatlah Allah tidak sekali-kali lalai akan segala apa yang kamu
lakukan".

Surah Al-Baqarah
ayat 150:
Artinya:
"Dan dari mana saja engkau keluar (untuk mengerjakan solat)
maka hadapkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram (Ka'bah) dan
dimana sahaja kamu berada maka hadapkanlah muka kamu ke arahnya,
supaya tidak ada lagi sebarang alasan bagi orang yang menyalahi
kamu, kecuali orang yang zalim diantara mereka (ada saja yang
mereka jadikan alasannya). Maka janganlah kamu takut kepada
cacat cela mereka dan takutlah kamu kepada-Ku semata-mata dan
supaya Aku sempurnakan nikmat-Ku kepada kamu, dan juga supaya
kamu beroleh petunjuk hidayah (mengenai perkara yang benar)".
DALIL
HADITS
.::
Converter
░
Hisab ░
NU On Line
░
Software
░
Ke Atas
░
Home::.

Dari Abu Hurairah
r.a.
" Dari Abu
Hurairah ra katanya : Sabda Rasulullah saw. Di antara Timur dan
Barat terletaknya kiblat ( Ka'bah ) ".

Dari Anas bin
Malik r.a.
"Bahwasanya
Rasullullah s.a.w (pada suatu hari) sedang mendirikan solat
dengan menghadap ke Baitul Maqdis. Kemudian turunlah ayat
Al-Quran: "Sesungguhnya kami selalu melihat mukamu menengadah ke
langit (berdoa mengadap kelangit). Maka turunlah wahyu
memerintahkan Baginda mengadap ke Baitullah (Ka'bah).
Sesungguhnya kamu palingkanlah mukamu ke kiblat yang kamu sukai.
Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Kemudian seorang
lelaki Bani Salamah lalu, ketika itu orang ramai sedang ruku'
pada rakaat kedua shalat fajar. Beliau menyeru, sesungguhnya
kiblat telah berubah. Lalu mereka berpaling ke arah kiblat".
( Diriwayatkan Oleh Muslim )
Berdasarkan ayat
Al Qur'an dan hadits yang telah dinyatakan maka jelaslah bahwa
menghadap arah kiblat itu merupakan satu kewajipan yang telah
ditetapkan dalam hukum atau syariat. Maka tiadalah kiblat yang
lain bagi umat Islam melainkan Ka'bah di Baitullah di Masjidil
Haram.
IJTIHAT
ARAH KIBLAT
.::
Converter
░
Hisab ░
NU On Line
░
Software
░
Ke Atas
░
Home::.
Konsep Ijtihad
dalam menentukan Arah Qiblat

Kesemua empat
mazhab yaitu Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali telah bersepakat
bahwa menghadap kiblat salah satu merupakan syarat sahnya
shalat. Bagi Mazhab Syafii telah menambah dan menetapkan tiga
kaidah yang bisa digunakan untuk memenuhi syarat menghadap
kiblat yaitu:
1.
Menghadap Kiblat Yakin (Kiblat Yakin)
Seseorang
yang berada di dalam Masjidil Haram dan melihat langsung Ka'bah,
wajib menghadapkan dirinya ke Kiblat dengan penuh yakin. Ini
yang juga disebut sebagai “Ainul Ka’bah”. Kewajiban tersebut
bisa dipastikan terlebih dahulu dengan melihat atau menyentuhnya
bagi orang yang buta atau dengan cara lain yang bisa digunakan
misalnya pendengaran. Sedangkan bagi seseorang yang berada dalam
bangunan Ka’bah itu sendiri maka kiblatnya adalah dinding
Ka’bah.
2.
Menghadap Kiblat Perkiraan (Kiblat Dzan)
Seseorang
yang berada jauh dari Ka'bah yaitu berada diluar Masjidil Haram
atau di sekitar tanah suci Mekkah sehingga tidak dapat melihat
bangunan Ka’bah, mereka wajib menghadap ke arah Masjidil Haram
sebagai maksud menghadap ke arah Kiblat secara dzan atau kiraan
atau disebut sebagai “Jihadul Ka’bah”. Untuk mengetahuinya dapat
dilakukan dengan bertanya kepada mereka yang mengetahui seperti
penduduk Makkah atau melihat tanda-tanda kiblat atau “shaff”
yang sudah dibuat di tempat–tempat tersebut.
3.
Menghadap Kiblat Ijtihad (Kiblat Ijtihad)
Ijtihad arah
kiblat digunakan seseorang yang berada di luar tanah suci Makkah
atau bahkan di luar negara Arab Saudi. Bagi yang tidak tahu
arah dan ia tidak dapat mengira Kiblat Dzan nya maka ia boleh
menghadap kemanapun yang ia yakini sebagai Arah Kiblat.
Namun bagi yang dapat mengira maka ia wajib ijtihad terhadap
arah kiblatnya. Ijtihad dapat digunakan untuk menentukan arah
kiblat dari suatu tempat yang terletak jauh dari Masjidil Haram.
Diantaranya adalah ijtihad menggunakan posisi rasi bintang,
bayangan matahari, arah matahari terbenam dan perhitungan
segitiga bola maupun pengukuran menggunakan peralatan modern.
Bagi lokasi
atau tempat yang jauh seperti Indonesia, ijtihad arah kiblat
dapat ditentukan melalui perhitungan falak atau astronomi serta
dibantu pengukurannya menggunakan peralatan modern seperti
kompas, GPS, theodolit dan sebagainya. Penggunaan alat-alat
modern ini akan menjadikan arah kiblat yang kita tuju semakin
tepat dan akurat. Dengan bantuan alat dan keyakinan yang lebih
tinggi maka hukum Kiblat Dzan akan semakin mendekati
Kiblat Yakin. Dan sekarang kaidah-kaidah pengukuran arah kiblat
menggunakan perhitungan astronomis dan pengukuran menggunakan
alat-alat modern semakin banyak digunakan secara nasional di
Indonesia dan juga di negara-negara lain. Bagi orang awam atau
kalangan yang tidak tahu menggunakan kaidah tersebut, ia perlu
taqlid atau percaya kepada orang yang berijtihad.
PERHITUNGAN
ARAH KIBLAT
.::
Converter
░
Hisab ░
NU On Line
░
Software
░
Ke Atas
░
Home::.
Koordinat Posisi
Geografis
Setiap lokasi di
permukaan bumi ditentukan oleh dua bilangan yang menunjukkan
kooordinat atau posisinya. Koordinat posisi ini masing-masing
disebut Latitude (Lintang) dan Longitude (Bujur).
Sesungguhya
angka koordinat ini merupakan angka sudut yang diukur dari pusat
bumi sampai permukaannya. Acuan pengukuran dari suatu tempat
yang merupakan perpotongan antara garis Ekuator dengan Garis
Prime Meridian yang melewati kota Greenwich Inggris. Titik ini
berada di Laut Atlantik kira-kira 500 km di Selatan kota Accra
Rep. Ghana Afrika.

Satuan
kooordinat lokasi dinyatakan dengan derajat, menit
busur dan detik busur dan disimbolkan dengan ( °,
', " ) misalnya 110° 47’ 9” dibaca 110 derajat 47 menit 9
detik. Dimana 1° = 60’ = 3600”. Dan perlu diingat bahwa walaupun
menggunakan kata menit dan detik namun ini adalah satuan sudut
dan bukan satuan waktu.
Latitude
disimbolkan dengan huruf Yunani
φ
(phi) dan Longitude disimbolkan dengan
λ
(lamda). Latitude atau Lintang adalah garis vertikal yang
menyatakan jarak sudut sebuah titik dari lintang nol derajat
yaitu garis Ekuator. Lintang dibagi menjadi Lintang Utara (LU)
nilainya positif (+) dan Lintang Selatan (LS) nilainya negatif
(-) sedangkan Longitude atau Bujur adalah garis horisontal yang
menyatakan jarak sudut sebuah titik dari bujur nol derajat yaitu
garis Prime Meridian. Bujur dibagi menjadi Bujur Timur (BT)
nilainya positif (+) dan Bujur Barat (BB) nilainya negatif (-).
Untuk standard internasional angka longitude dan latitude
menggunakan kode arah kompas yaitu North (N), South(S), East (E)
dan West (W). Misalnya Yogyakarta berada di Longitude 110° 47’
BT bisa ditulis 110° 47’ E atau +110° 47’.
Ilmu Ukur Segitiga Bola
░
Converter
░
Hisab ░
NU On Line
░
Ke Atas
░
Home░
Ilmu ukur segitiga
bola atau disebut juga dengan istilah trigonometri bola
(spherical
trigonometri)
adalah ilmu ukur
sudut bidang datar yang diaplikasikan pada permukaan berbentuk
bola yaitu bumi yang kita tempati. Ilmu ini pertama kali
dikembangkan para ilmuwan muslim dari Jazirah Arab seperti Al
Battani dan Al Khawarizmi dan terus berkembang hingga kini
menjadi sebuah ilmu yang mendapat julukan Geodesi. Segitiga bola
menjadi ilmu andalan tidak hanya untuk menghitung arah kiblat
bahkan termasuk jarak lurus dua buah tempat di permukaan bumi.
Sebagaimana sudah
disepakati secara umum bahwa yang disebut arah adalah “jarak
terpendek” berupa garis lurus ke suatu tempat sehingga Kiblat
juga menunjukkan arah terpendek ke Ka’bah. Karena bentuk bumi
yang bulat, garis ini membentuk busur besar sepanjang permukaan
bumi. Lokasi Ka’bah berdasarkan pengukuran menggunakan Global
Positioning System (GPS) maupun menggunakan software Google
Earth secara astronomis berada di 21° 25' 21.04" Lintang
Utara dan 39° 49' 34.04" Bujur Timur. Angka tersebut
dibuat dengan ketelitian cukup tinggi. Namun untuk keperluan
praktis perhitungan tidak perlu sedetil angka tersebut. Biasanya
yang digunakan adalah :
φ
= 21° 25’ LU dan λ
= 39° 50’ BT
(1° = 60’ = 3600”)
° = derajat ‘ =
menit busur dan “ = detik busur
Arah Ka’bah
yang berada di kota Makkah yang dijadikan Kiblat dapat diketahui
dari setiap titik di permukaan bumi, maka untuk menentukan arah
kiblat dapat dilakukan dengan menggunakan Ilmu Ukur Segitiga
Bola (Spherical Trigonometri).
Penghitungan dan pengukuran dilakukan dengan derajat sudut dari
titik kutub Utara, dengan menggunakan alat bantu mesin hitung
atau kalkulator.

Untuk
perhitungan arah kiblat, ada 3 buah titik yang harus dibuat,
yaitu :
1. Titik
A, diletakkan di Ka’bah (Mekah)
2. Titik
B, diletakkan di lokasi tempat yang akan ditentukan arah
kiblatnya.
3. Titik C, diletakkan di titik kutub utara.
Titik A dan
titik C adalah dua titik yang tetap, karena titik A tepat di
Ka’bah dan titik C tepat di kutub Utara sedangkan titik B
senantiasa berubah tergantung lokasi mana yang akan dihitung
arah Kiblatnya.
Bila ketiga titik tersebut dihubungkan dengan garis lengkung
permukaan bumi, maka terjadilah segitiga bola ABC, seperti pada
gambar.
Ketiga sisi
segitiga ABC di samping ini diberi nama dengan huruf kecil
dengan nama sudut didepannya masing-masing sisi a, sisi b dan
sisi c.
Dari gambar
di atas, dapatlah diketahui bahwa yang dimaksud dengan
perhitungan Arah Kiblat adalah suatu perhitungan untuk
mengetahui berapa besar nilai sudut K di titik B, yakni
sudut yang diapit oleh sisi a dan sisi c.
Pembuatan
gambar segitiga bola seperti di atas sangat berguna untuk
membantu menentukan nilai sudut arah kiblat bagi suatu tempat
dipermukaan bumi ini dihitung/diukur dari suatu titik arah mata
angin ke arah mata angin lainnya, misalnya diukur dari titik
Utara ke Barat (U-B), atau diukur searah jarum jam dari titik
Utara (UTSB).
Untuk perhitungan arah kiblat, hanya diperlukan dua data :
1). Koordinat Ka’bah φ
= 21o 25’ LU dan λ
= 39o 50’ BT.
2).
Koordinat lokasi yang akan dihitung arah kiblatnya.
Sedangkan data lintang dan bujur tempat lokasi kota yang akan
dihitung arah kiblatnya dapat diambil dari berbagai sumber
diantaranya : Atlas Indonesia dan Dunia, Taqwim Standar
Indonesia, Tabel Geografis Kota-kota Dunia, situs Internet
maupun lewat pengukuran langsung menggunakan piranti Global
Positioning System (GPS).
Data dan Rumus Arah Kiblat yang Digunakan
|
|
INDONESIA |
NILAI |
ARAB |
INTERNASIONAL |
SIMBOL |
|
1 |
Lintang ( LU / LS ) |
+ / - |
‘Ardul
balad |
Latitude (U/S) |
phi
= φ |
|
2 |
Bujur ( BT / BB ) |
+ / - |
Thulul balad |
Longitude (E/W) |
lambda
=
λ |
Data
geografis Ka’bah di Makkah :
φ
= 21° 25’ LU dan λ
= 39° 50’ BT

Dalam
ilmu segitiga bola terdapat banyak sekali rumus yang dapat
digunakan untuk menghitung arah kiblat serta menghitung jarak
dari ka’bah ke lokasi tertentu.
KAIDAH ARAH
KIBLAT TRADISIONAL
.::
Converter
░
Hisab ░
NU On Line
░
Software
░
Ke Atas
░
Home::.
■
Istiwa A'zam -
Matahari Istiwa di Atas Ka'bah
Kejadian saat
posisi matahari istiwa (kulminasi) tepat di atas Ka'bah terjadi
dua kali setahun yaitu pada setiap tanggal 28 Mei sekitar pukul
16.18 WIB dan pada 16 Juli sekitar jam 16.28 WIB. Ketika
matahari istiwa di atas Ka'bah, bayang-bayang objek tegak di
seluruh dunia akan lurus ke arah kiblat.

Kedudukan
matahari di atas Ka'bah yang menyebabkan bayangan tegak
diseluruh dunia searah kiblat.
Panduan untuk menentukan arah kiblat dari sesuatu tempat pada
tanggal dan jam yang telah ditentukan diatas:
1.
Dirikan sebuah
tiang di sekitar lokasi yang hendak diukur arah kiblatnya.
2. Pastikan tiang tersebut tegak dan lurus. Untuk meyakinkan
posisi tegakknya dapat diukur menggunakan bandul yang
tergantung pada
seutas tali.
3. Tempat yang
dipilih untuk pengukuran ini tidak boleh terlindung dari ahaya
matahari. Oleh karena matahari
berada di
Barat,
maka bayangan akan kearah Timur, maka arah kiblat ialah bayang
yang menghadap ke Barat.
■
Menggunakan Rasi
Bintang (Konstelasi)
Rasi Bintang ialah sekumpulan bintang yang berada di suatu
kawasan langit serta mempunyai bentuk yang hampir sama dan
kelihatan berdekatan antara satu sama lain. Menurut
International Astronomical Union ( IAU ), kubah langit dibagi
menjadi delapan puluh delapan (88) kawasan rasi bintang.
Bintang-bintang yang berada disuatu kawasan yang sama adalah
dalam satu rasi. Masyarakat dahulu telah menetapkan sesuatu rasi
bintang mengikuti bentuk yang mudah mereka kenal pasti seperti
bentuk-bentuk binatang dan benda-benda. Dengan mengetahui bentuk
rasi tertentu, arah mata angin dan arah Kiblat dari suatu
tempat dapat ditentukan.
Rasi Orion (Al-Babadour)
Pada rasi ini
terdapat tiga bintang yang berderet yaitu Mintaka, Alnilam dan
Alnitak. Arah Kiblat dapat diketahui dengan mengunjurkan arah
tiga bintang berderet tersebut ke arah Barat. Rasi Orion akan
berada di langit Indonesia ketika waktu subuh pada Juli dan
kemudian akan kelihatan lebih awal pada bulan Desember. Pada
bulan Maret Rasi Orion akan berada ditengah-tengah langit pada
waktu Maghrib.

Bentuk Rasi Orion
dan Penentuan Arah Kiblat.
Menggunakan
kedudukan Bintang Al-Qutbi / Kutub (Polaris)
Bintang-bintang
akan kelihatan mengelilingi pusat kutub yang ditunjukkan oleh
bintang kutub (Polaris). Oleh itu bintang ini menunjukkan arah
Utara benar dari manapun di muka bumi ini. Bintang kutub
terletak dalam buruj al-judah ( Rasi Bajak / Ursa Minoris ) dan
rasi ini hanya dapat dilihat oleh masyarakat di bagian Utara
katulistiwa pada tengah malam pada bulan Juli hingga Desember
setiap tahun. Kedudukan bintang kutub bisa dikenali berdasarkan
bentuk rasi bintang ini.

Rasi
Al-Judah ( Bajak / Ursa Minoris )
Arah kiblat yang
sesusai ditentukan berdasarkan perbedaan sudut sekitar 65°' (
Jawa/Sumatra ) ke kiri dari kedudukan bintang kutub seperti yang
ditunjukkan dalam gambar. Gunakanlah petunjuk sudut dengan jari
untuk menentukan nilai bukaan sudut.

Panduan jari untuk
perkiraan nilai sudut.
■
Kaidah Matahari
Terbenam
Secara umum jika
kita merujuk kepada kedudukan matahari terbenam untuk tujuan
penentuan arah kiblat adalah tidak tepat. Ini disebabkan arah
matahari terbenam di Indonesia akan berubah-ubah dari azimut 246
hingga 293. Walau bagaimanapun sebagai salah satu daripada
langkah berijtihad, arah matahari terbenam dapat digunakan
sekiranya diketahui perbedaan sudut di antara arah matahari
dengan arah kiblat. Ada posisi istimewa terbenamnya matahari
terlihat dari Indonesia yaitu saat matahari berada di
Katulistiwa (Ekuator) yang disebut dengan peristiwa ekuinox dan
saat matahari berada di Titik balik Utara/Selatan yang disebut
Solstice.
KAIDAH ARAH
KIBLAT MODERN
.::
Converter
░
Hisab ░
NU On Line
░
Software
░
Ke Atas
░
Home::.
■
Menggunakan
Kompas
Penandaan arah
kiblat dengan kompas banyak diamalkan di kalangan masyarakat
Islam masa kini. Arah yang ditunjukkan oleh kompas adalah arah
yang merujuk kepada arah utara magnet. Arah utara magnet
ternyata tidak mesti sama dengan arah utara sebenarnya.
Perbedaan arah utara ini disebut sebagai sudut serong magnet
atau deklinasi yang juga berbeda diseiap tempat dan selalu
berubah sepanjang tahun. Satu lagi masalah yang bisa timbul dari
menggunakan kompas ialah tarikan gravitasi setempat dimana ia
terpengaruh oleh bahan-bahan logam atau arus listrik di
sekeliling kompas yang digunakan. Namun ia dapat digunakan
sebagai alat alternatif sekiranya alat yang lebih teliti tidak
ada.

■
Menggunakan
Theodolit
Teodolit merupakan
antara alat termoden yang dapat digunakan oleh kebanyakaan pihak
yang melakukan kerja menentukan arah kiblat. Theodolit dapat
digunakan untuk mengukur sudut secara mendatar dan tegak, dan
juga memberi memiliki akurasi atau ketelitian yang cukup tinggi
dan tepat. Untuk mengendalikan alat ini diperlukan operator yang
terlatih dan menguasai teknik penggunaan theodolith secara benar.

■
Kaidah Posisi
Matahari pada Azimuth Kiblat
Dalam peredarannya,
matahari mengalami gerak yang disebut gerak harian matahari atau
gerak musim. Pada hari-hari tertentu terlihat dari sebuah
wilayah maka posisi matahari akan bertepatan dengan azimuth arah
kiblat dari wilayah tersebut. Dengan menggunakan perhitungan
rumus segitiga bola dan rumus mencari posisi azimuth matahari
akan diketahui kapan matahari akan memiliki azimuth yang sama
dengan arah kiblat.
PENENTUAN
ARAH KIBLAT
.::
Converter
░
Hisab ░
NU On Line
░
Software
░
Ke Atas
░
Home::.
Terdapat beberapa
faktor penyebab
sehingga arah kiblat dianggap tidak penting. Selain itu sering
terjadinya konflik berkaitan isu pengukuran arah kiblat yang
benar. Diantara penyebab itu misalnya:
Mengambil sikap
acuh
Terdapat
sebahagian umat Islam yang mengambil sikap acuh dan menganggap
kelonggaran yang diberikan oleh syarak yang membenarkan cukup
menggunakan kaedah qiblat secara dzani saja. Masalah ini
berkenaan dengan Al-Quran ayat 144 yang berbunyi :

" Maka kami
benarkan engkau berpaling mengadap kiblat yang engkau sukai.
Oleh itu palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram dan dimana
sahaja kamu berada hadapkanlah mukamu ke arahnya ".
Perlu diketahui
bahwa akibat yang akan terjadi karena serongnya arah kiblat
terhadap ka'bah yang hanya seluas 12 x 10.5 x 15 meter serta
jarak yang jauh dari Indonesaia sekitar 8000 km, maka selisih 1°
akan menyebabkan pergeseran sebesar 126 kilometer di Utara atau
Selatan Mekkah.
Kurangnya
Pengetahuan Masyarakat
Kurangnya
pengetahuan masyarakat mengenai kaidah penentuan arah kiblat
baik secara tradisional maupun modern menyebabkan banyak sekali
terdapat kekeliruan terhadap kenyataan arah kiblat yang ada di
masyarakat. Kebanyakkan umat Islam sekarang lebih cenderung
menggunakan kiblat masjid mengikut tradisi lama yaitu dari
generasi ke generasi dan tidak pernah dikur ulang ketepatannya.
Begitu juga dalam menentukan arah kiblat di pemakaman, bahkan
hanya ditentukan oleh penggali kubur, padahal mereka juga tidak
begitu mahir dalam menentukan arah yang tepat ke kiblat.
Ketiadaan
peralatan moden untuk membuat pengukuran
Sewajarnya umat
Islam perlu memiliki alat sekurang-kurangnya kompas untuk
menetukan arah kiblat. Selain itu juga amat perlu untuk
mempunyai kesadaran tentang pentingnya ilmu falak bagi
menghindari kesalahan dalam menentukan ketepatan arah kiblat.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut pembentukan organisasi
atau badan-badan yang bertanggungjawab seperti Badan Hisab
Rukyat dan juga lembaga-lembaga Falak yang dimiliki
organisai-organisasi Islam di Indonesai merupakan bagian yang
dipertangungjawabkan untuk membantu menyelesaikan masalah yang
berkaitan dengan arah kiblat. Semoga dengan tindakan yang kita
lakukan akan memberi keyakinan terhadap ibadah yang kita lakukan
dan mendapat keridhaan Ilahi.
Akhirnya, semoga
risalah kecil ini akan mampu memberi kefahaman kepada kita
tentang pentingnya ketepatan dalam menentukan arah kiblat yang
menjamin sahnya ibadah kita. Kesadaran kita adalah amat penting
dan rasa bertanggungjawab untuk memastikan bahwa amalan yang
dilakukan berada dalam keadaan yakin dan
seandainya masih ada
keraguan-keraguan tidak ada salahnya untuk meminta bantuan
kepada lembaga-lembaga falak yang ada.
Kontribusi dari : Bahagian Falak
Syarie Jabatan Mufti Negeri Selangor
ALAT
PENGUKUR ARAH KIBLAT
.::
Converter
░
Hisab ░
NU On Line
░
Software
░
Ke Atas
░
Home::.
Alat pengukur
arah kiblat pada prinsipnya adalah alat yang dapat mengetahui
arah mata angin. Terdapat beberapa jenis alat yang biasa
digunakan untuk mengukur arah kiblat misalnya :
1.
Kompas Magnetik
Kompas ini
adalah paling banyak digunakan untuk keperluan memandu arah mata
angin. Kini bermacam-macam jenis kompas magnetik dijual di
pasaran. Kompas magnetik bekerja berdasarkan kemuatan magnet
bumi yang membuat jarum magnet yang terdapat pada jenis kompas
megnetik ini selalu menunjuk ke arah Utara dan Selatan. Beberapa
jenis dari kompas ini memiliki harga yang murah namun
ketelitiannya kurang. Kompas magnetik yang memiliki ketelitian
cukup tinggi namun harganya cukup mahal diantaranya jenis Suunto,
Forestry Compass DQL-1, Brunton, Marine, Silva, Leica, Furuno
dan Magellan. Beberapa jenis kompas yang dijual di pasaran
terutama jenis military compass terbukti banyak menunjukkan
penyimpangan antara 1° hingga 10° dari angka yang ditunjukkan
oleh jarumnya. Karena kelemahan utama kompas jenis magnetik
adalah ia begitu mudah terpengaruh oleh benda-benda yang
bermuatan logam sehingga sangat tidak dianjurkan menggunakan
kompas jenis ini masuk ke dalam bangunan yang mengandung banyak
besi-besi beton. Kompas magnetik dalam praktisnya juga sangat
dipengaruhi oleh medan magnetik lokal dan deklinasi magnetik
secara global. Di sekitar wilayah DIY angka deklinasi magnetik
dapat menyerongkan kompas hingga mencapai 1° ke arah Barat.
Sehingga pada setiap pengukuran angka pada kompas magnetik harus
dikurangi angka deklinasi tersebut.
Kalibrasi Kompas
Yang paling
penting peralatan kompas yang menggunakan sistem magnet
tersebut harus dilakukan kalibrasi terlebih dahulu. Kalibrasi
adalah membandingkan hasil pengukuran suatu alat dengan alat
lain yang dijadikan standard. Kalibrasi tentunya harus
menggunakan peralatan yang lebih teliti misalnya menggunakan
piranti Global Positioning System (GPS) atau piranti Theodolit.
Kalibrasi juga dapat dilakukan dengan menggunakan arah matahari
terbit maupun terbenam pada saat-saat tertentu misalnya saat
matahari terbit dan terbenam di arah Timur dan Barat tepat yaitu
saat peristiwa yang disebut Ekuinox yang terjadi setiap tanggal
21 Maret dan 23 September. Juga dapat dilakukan dengan mengukur
masjid yang sudah sesai arah kiblatnya misalnya masjid Syuhada
dan Masjid Kampus UGM dan masjid Jendral Sudirman. Sementara
shaff masjid besar Kauman juga dapat digunakan sebagai
kalibrator terhadap kompas yang kita miliki. Arah yang
ditunjukkan oleh kompas saat melakukan kalibrasi dapat
dipergunakan untuk melakukan pengukuran terhadap masjid-masjid
lain di sekitarnya.
2. Kompas
Digital
Adanya
perkembangan dalam bidang teknologi memungkinan kompas tidak
lagi menggunakan sistem magnetik yang ternyata memiliki banyak
kekurangan dan kelemahan. Kini telah banyak dibuat model kompas
dengan menggunakan sistem digital dan dipandu langsung oleh
keberadaan satelit yang banyak beterbaran di atas langit kita.
Sistem pemandu ini dinamakan Global Positioning Sistem (GPS).
Salah satunya adalah aplikasi yang dimiliki oleh salah satu merk
ponsel terkenal. Dengan menginstall aplikasi tertentu maka
ponsel tersebut tidak hanya dapat digunakan sebagai sarana
komunikasi serta hiburan lewat tayangan film dan musiknya namun
ponsel tersebut kini dapat berfungsi sebagai kompas yang dapat
memandu langsung posisi arah kiblat secara presisi dimanapun
kita berada. Bahkan ia juga dilengkapi dengan fitur jadwal
shalat dan secara ortomatis akan mengumandangkan adzan saat
waktu shalat tiba. Tidak hanya ponsel, aplikasi arah kiblat kini
juga dikemas dalam sebuah jam tangan maupun gantungan kunci
yang mampu menunjukkan arah kiblat secara presisi
Selain itu kini
telah banyak dipasarkan Digital Prayer Time Keeping sebuah alat
yang sebesar kalkulator saku yang berfungsi sekaligus mengetahui
jadwal waktu shalat, memperdengarkan adzan, menunjukkan arah
kiblat, menampilkan kalender Hijriyah dan Masehi serta dapat
memperdengarkan alunan ayat suci Al Qur’an. Teknik penggunaan
peralatan tersebut tidak dibahas di sini.
3.
Global Positioning Sistem
(GPS)
Global
Positioning System (GPS) adalah suatu sistem pemandu arah (navigasi)
yang memanfaatka teknologi satelit. Penerima GPS memperoleh
sinyal dari beberapa satelit yang mengorbit bumi. Satelit yang
mengitari bumi pada orbit pendek ini terdiri dari 24 susunan
satelit, dengan 21 satelit aktif dan 3 buah satelit sebagai
cadangan. Dengan posisi orbit tertentu dari satelit-satelit ini
maka satelit yang melayani GPS bisa diterima diseluruh permukaan
bumi dengan penampakan antara 4 sampai 8 buah satelit. GPS dapat
memberikan informasi posisi, ketinggian dan waktu dengan
ketelitian sangat tinggi. Nama lengkapnya adalah NAVSTAR GPS
(Navigational Satellite Timing and Ranging Global Positioning
System; ada juga yang mengartikan "Navigation System Using
Timing and Ranging.") Dari perbedaan singkatan itu, orang lebih
mengenal cukup dengan nama GPS. Dan GPS mulai diaktifkan untuk
umum tahun 1995.
Kini
telah banyak merk-merk GPS yang beredar di pasaran. Diantaranya
yang cukup dikenal adalah GPS Garmin, Magellan, Navman, Trimble,
Leica, Topcon dan Sokkia. GPS Garmin seri Vista Cx contohnya
memiliki banyak fitur. Kecuali ia mampu memberikan informasi
posisi secara akurat termasuk ketinggian di atas muka air laut
alat ini memiliki fitur kompas yang juga sangat akurat.
Kelebihan dari kompas yang dimiliki oleh GPS ini adalah ia tidak
dipengaruhi oleh medan magnetik baik deklinasi magnetik bumi
maupun medan magnet lokal serta dapat memandu arah secara akurat
karena dipandu oleh sinyal dari satelit. Alat ini tentunya
sangat membantu saat dilakukan pengukuran arah kiblat. Cuma
untuk sekarang harga alat ini masih tergolong mahal.
4.
Theodolit
Theodolit adalah alat yang digunakan untuk mengukur sudut
horisontal (Horizontal Angle = HA) dan sudut vertikal (Vertical
Angle = VA). Alat ini banyak digunakan sebagai piranti pemetaan
pada survey geologi dan geodesi. Dengan berpedoman pada posisi
dan pergerakan benda-benda langit misalnya matahari sebagai
acuan atau dengan bantuan satelit-satelit GPS maka theodolit
akan menjadi alat yang dapat mengetahui arah secara presisi
hingga skala detik busur (1/3600 °).
Theodolit terdiri dari sebuah teleskop kecil yang terpasang pada
sebuah dudukan. Saat teleskop kecil ini diarahkan maka angka
kedudukan vertikal dan horintal akan berubah sesuai perubahan
sudut pergerakannya. Setelah theodolit berskala analog maka kini
banyak diproduksi theodolit dengan menggunakan teknologi digital
sehingga pembacaan skala jauh lebih mudah. Beberapa merk
theodolit misalnya Nikon, Topcon, Leica, Sokkia
Pointing Titik Utara Sejati
Untuk
pengukuran arah kiblat maka yang diperlukan hanya skala sudut
horisontalnya atau Horizontal Angle (HA). Hal paling penting
dalam penggunaan theodolit saat digunakan sebagai pemandau arah
kiblat adalah pointing terhadap titik Utara sejati sebagai acuan
terhadap perubahan sudut yang ditunjukkan oleh skala
horisontalnya atau yang disebut “Azimuth”, sementara untuk
menjadikan bagian skala vertikal atau “Altitude” juga akurat
maka kedudukan alat saat kalibrasi harus benar-benar datar.
Pointing terhadap titik Utara bisanya dilakukan dengan
mengarahkan theodolit ke matahari dan dicari berapa azimuth
matahari saat itu untuk dicocokkan sehingga bisa diketahui arah
utara sejatinya (True North). Pointing juga bisa dilakukan
dengan menggunakan kompas yang biasanya terpasang di atas
theodolit.
Pengukuran arah kiblat menggunakan theodolit dirasakan sulit
terutama terkendala oleh sulitnya melakukan pointing terhadap
titik Utara Sejati apalagi posisi matahari yang dijadikan target
sudah tinggi di atas kepala atau bahkan kompas yang biasanya di
atas theodolit sering tidak presisi. Untuk itu diperlukan
teknisi yang menguasai betul penggunaan alat ini kecuali
harganya yang juga termasuk sangat mahal.
5.
Total Station
Alat
ini merupakan langkah maju dan modernisasi dari theodolit. Total
Station dilengkapi dengan piranti Global positioning System
(GPS) sebagai pemandu arah dan posisi serta peningkatan dalam
hal akurasi. Alat ini juga dilengkapi dengan penjejak jarak
otomatis menggunakan laser. Pada teleskopnya juga dilengkapi
dengan sensor CCD sehingga saat pembidikan cukup dilihat lewat
layar monitor. Alat ini bahkan mampu menyimpan data-data hasil
pengukuran dalam memorinya yang sudah serba komputerisasi.
Untuk
pengukuran arah kiblat alat ini akan langsung mencari sendiri
kemana arah kiblat dan arah shaff shalat langsung dari dalam
bangunan masjid dengan tingkat akurasi yang tinggi. Beberapa
merk Total Station misalnya Nikon, Topcon, Leica, Sokkia dan
Horizon. Jangan bertanya mengenai harga alat ini sebab yang
jelas sangat berat untuk kantong kita pribadi.
Sumber ; JAC, RHI
dll
.::
Converter
░
Hisab ░
NU On Line
░
Software
░
Ke Atas
░
Home::.
Copyright 2008 (C)
Jember Astro Club
Bengkel Falak
Jember
|