|
Konsistensi Historis-Astronomis
Kalender Hijriyah
T. Djamaluddin
(Staf Peneliti Bidang Matahari dan Lingkungan
Antariksa, LAPAN, Bandung)
Kalender hijriyah ditetapkan
pada masa kekhalifahan Umar bin Khathab, 17 tahun setelah hijrahnya
Rasulullah SAW. Keputusan itu muncul setelah dijumpai kesulitan
mengidentifikasikan dokumen yang tak bertahun. Hijrah Rasulullah
akhirnya sepakat dipilih dari sekian usulan alternatif acuan tahun
Islam, karena saat itulah titik awal membangun masyarakat Islami.
Akurasi penghitungan mundur
untuk menetapkan awal tahun hijriyah dan peristiwa-peristiwa penting
lainnya sepenuhnya bergantung pada ingatan banyak orang. Secara
hitungan berskala besar, seperti tahun, kemungkinan kesalahannya
relatif kecil. Mungkin sekian banyak orang masih ingat suatu
peristiwa terjadi tahun ke berapa sesudah atau sebelum Rasulullah
hijrah dari Mekah ke Madinah. Tetapi hitungan rinci sampai tanggal
atau bulan, kemungkinan kesalahannya lebih besar.
Riwayat kronologis kehidupan
Rasulullah yang menyatakan tentang hari atau musim merupakan alat
uji terbaik dalam analisis konsistensi historis-astronomisnya.
Urutan hari tidak pernah berubah dan berisifat universal. Pencocokan
musim diketahui dengan melakukan konversi sistem kalender hijriyah
ke sistem kalender masehi. Program komputer sederhana konversi
kalender Hijriyah-Masehi yang saya buat digunakan sebagai pendekatan
awal yang praktis dalam merekonstruksi kronologi kejadian penting
dalam kehidupan Rasulullah.
Analisis konsistensi kronologi
sejarah dengan pendekatan astronomi menunjukkan bahwa sistem
kalender hijriyah juga baik untuk menelusur kejadian sebelum hijrah.
Walaupun bilangan nol belum dikenal saat itu, sistem kalender
hijriyah ternyata telah memperkenalkan konsep tahun nol. Saat Rasul
hijrah dianggap sebagai tahun nol, karena angka tahun menyatakan
sekian tahun setelah Rasul hijrah.
Konsep tahun nol seperti itu
tidak dikenal dalam sistem kalender Masehi sehingga menimbulkan
polemik tentang kapan awal abad 21 atau milenium ke tiga (tahun 2000
atau 2001). Dengan konsep tahun nol pada tahun Hijriyah, umat Islam
secara tepat dapat menyatakan tahun 1400 lalu sebagai awal abad 15
hijriyah, yang disebut sebagai abad kebangkitan Islam.
Rekonstruksi Kronologis
Dalam sebuah hadits sahih
tentang puasa hari Senin, Rasulullah SAW menyatakan bahwa hari itu
(Senin) dilahirkan, diutus menjadi Rasul, dan diturunkan Alquran
pertama kalinya (HR Muslim). Jabir dan Ibnu Abbas berpendapat
Rasulullah SAW dilahirkan malam Senin 12 Rabiulawal, pada hari dan
tanggal itu beliau diangkat sebagai Nabi dan Rasul, di mi'rajkan ke
langit, hijrah ke Madinah, dan wafat.
Beragam informasi dijumpai di
buku-buku tarikh tentang kejadian-kejadian itu. Haekal menyatakan
tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW saja terdapat berbagai pendapat.
Ada yang menyatakan lahir pada tanggal 2, 8, 9, atau 12. Bulannya
pun beragam: Muharam, Shafar, Rabi'ulawal, Rajab, atau Ramadhan.
Tahunnya: tahun Gajah, 15 tahun sebelum tahun Gajah, 30 tahun
setelah tahun Gajah, atau 70 tahun setelah tahun Gajah. Namun
kebanyakan pendapat menyatakan Rasulullah SAW dilahirkan pada hari
Senin 12 Rabi'ulawal tahun Gajah.
Tahun Gajah adalah saat Abraha
dan pasukan bergajahnya berniat menghancurkan Ka'bah, tetapi
digagalkan Allah. Hal itu terjadi 53 tahun sebelum hijrah (secara
matematis-astronomis dapat dinyatakan sebagai tahun '53 H). Sehingga
saat kelahiran Nabi tersebut bertepatan dengan hari Senin 5 Mei 570
M.
Kapankah tepatnya pengangkatan
beliau menjadi Rasul? Tahun kejadiannya umumnya bersepakat pada saat
Nabi berumur 41 tahun, atau tahun Gajah ke-41 (tahun -13 H). Hanya
tentang tanggal dan bulannya tidak ada kesepakatan. Menurut Jabir
dan Ibnu Abbas tersebut di atas, hal itu
terjadi pada hari Senin 12 Rabi'ulawal. Itu bertepatan dengan Senin
24 Februari 609 M.
Pendapat lainnya menyatakan
terjadi pada 17 Ramadhan berdasarkan isyarat pada QS 8:41 bahwa
Alquran diturunkan pada hari Furqan, hari bertemunya dua pasukan
yang ditafsirkan sebagai saat perang Badar 17 Ramadhan. Isyarat
lainnya ada pada QS 2:185 bahwa Alquran diturunkan pada bulan
Ramadhan. Bila harinya mengacu pada hadits Muslim serta pendapat
Jabir dan Ibnu Abbas, maka 17 Ramadhan -13 H tersebut bertepatan
dengan hari Senin 25 Agustus 609 M.
Hasbi Ash Shiddieqy dalam
pengantar Tafsir Al Bayaan menyatakan ayat nubuwah (pengangkatan
sebagai Nabi) pertama kali turun pada bulan Rabi'ulawal dengan 5
ayat pertama surat Al Alaq. Kemudian ayat risalah (pengangkatan
sebagai Rasul) turun pada 17 Ramadhan dengan beberapa ayat awal
surat Al Muddatstsir. Riwayat menyatakan bahwa baik saat menerima
ayat nubuwah maupun ayat risalah, Rasulullah SAW meminta Sitti
Khadijah menyelimuti beliau. Pendapat mana pun yang diambil,
kenyataan pada saat musim panas bulan Agustus Rasulullah SAW minta
diselimuti, menunjukkan betapa hebatnya ketakutan manusiawi beliau
hingga beliau menggigil.
Peristiwa Isra' Mi'raj saat
mulai diwajibkannya shalat lima waktu pun tidak ada kesepakatan
kapan terjadinya. Sebagian besar mengikuti pendapat Ibnu Katsir dari
riwayat yang tidak sahih isnadnya, bahwa Isra' mi'raj terjadi pada
27 Rajab '1 H (satu tahun sebelum Hijrah). Itu berarti terjadi pada
hari Rabu 15 Oktober 620. Tetapi bila mengikuti pendapat Jabir dan
Ibnu Abbas bahwa Isra' Mi'raj terjadi pada hari Senin 12
Rabi'ulawal, berarti terjadi pada 12 Rabiul'awal -3 H (tiga tahun
sebelum Hijrah) yang bertepatan dengan Senin 6 November 618.
Peristiwa Hijrah Rasulullah
SAW terjadi pada bulan Rabi'ulawal tahun 13 Bi'tsah (13 tahun
setelah pengangkatan sebagai Rasul). Berangkat pada 2 Rabi'ilawal
dan tiba pada 12 Rabi'ulawal. Saat tiba di Madinah 12 Rabi'ulawal 0
H bertepatan dengan hari Senin, 5 Oktober 621. Ini sesuai dengan
pendapat Jabir dan Ibnu Abbas bahwa hainya Senin. Beberapa penulis
riwayat Rasulullah SAW merancukan saat hijrah tersebut dengan tahun
baru hijriyah pertama. Haekal dan Al Hamid Al Husaini menyebutkan
peristiwa Hijrah terjadi pada bulan Juli. Haekal menyatakan
Rasullullah tiba di Madinah hari Jumat. Sesungguhnya bulan Juli
adalah tahun baru 1 Muharram 1 H yang jatuh pada hari Jumat, 16 Juli
622.
Puasa Ramadhan mulai
diwajibkan pada hari Senin 2 Sya'ban 2 H atau 30 Januari 624 M. Itu
berarti puasa Ramadhan pertama terjadi pada bulan Februari-Maret,
dengan suhu yang relatif sejuk dan panjang hari termasuk normal
(panjang siang hari sekitar 12 jam). Menurut analisis astronomis,
selama Rasulullah hidup hanya 9 kali beliau berpuasa, 6 kali selama
29 hari dan hanya 3 kali selama 30 hari. Puasa pertama selama 29
hari.
Riwayat tentang perang Badar
tidak konsisten dari segi hari dan tanggalnya. Menurut beberapa
pendapat, perang Badar terjadi hari Jumat 17 Ramadhan 2 H.
Sesungguhnya 17 Ramadhan 2 H jatuh pada hari Selasa 13 Maret 624.
Tanggal 17 Ramadhan yang jatuh pada hari Jumat terjadi pada tahun 1
H yang bertepatan dengan 25 Maret 623. Namun, dikonfirmasikan dengan
peristiwa-peristiwa sebelumnya, tidak mungkin hal itu terjadi pada
tahun pertama hijriyah. Jadi, riwayat yang menyatakan perang Badar
terjadi pada hari Jumat, tidak akurat menyebutkan harinya.
Perang Uhud yang memberikan
pelajaran berharga akan pentingnya ketaatan kepada perintah Rasul
terjadi pada 15 Syawal 3 H atau hari Ahad 31 Maret 625. Pada perang
tersebut kemenangan berbalik menjadi kekalahan ketika pasukan
pemanah yang diperintah Rasulullah tidak taat untuk tetap di tempat.
Walaupun demikian kedua belah pihak sama-sama menderita korban yang
besar. Kemudian Abu Sufyan ketika hendak meninggalkan medan perang
menantang untuk berperang kembali di Badar.
Ternyata perang Badar Shugra
(Badar kecil) yang terjadi pada Sya'ban 4 H (Januari 626) saat musim
paceklik tidak jadi berlangsung karena Abu Sufyan merasa ketakutan
dan menarik pasukannya kembali ke Mekah (QS 3:172-174). Mungkin pada
peristiwa inilah, yang terjadi sebelum Ramadhan, Rasulullah
menyatakan bahwa mereka baru pulang dari perang yang kecil menuju
jihad yang besar, jihadunafs, jihad melawan hawa nafsu pada puasa
Ramadhan yang menjelang tiba.
Berbeda dengan perang Badar
kubra dan perang Uhud yang terjadi pada awal musim semi, perang
Khandaq terjadi pada musim dingin saat krisis pangan dan perang
Tabuk pada akhir musim panas yang sangat terik. Perang Khandaq
(parit) terjadi pada bulan Syawal 5 H (Februari 627). Saat itu kaum
Muslimin yang membentengi diri dengan parit di sekeliling Madinah
dikepung selama 3 pekan. Kaum musyrikin menghentikan pengepungannya
setelah diporak porandakan oleh badai yang sangat dingin.
Perang Tabuk terjadi pada
bulan Rajab 9 H (Oktober 630). Hadits dan Alquran (QS 9:81)
menceritakan perjuangan yang berat di tengah cuaca yang sangat terik
menghadapi ancaman tentara Rumawi. Sebagian penulis sejarah
meragukan peristiwa tersebut terjadi pada bulan Oktober yang
dianggapnya sudah memasuki musim dingin, yang berbeda dari ungkapan
dalam hadits atau Alquran. Tapi sesungguhnya pada bulan itu suhu
mendekati 30 derajat pada siang hari bukan hal yang mustahil dalam
perjalanan dari Madinah ke Tabuk (dekat Jordan).
Hari-hari terakhir kehidupan
Rasulullah ditandai dengan turunnya QS 5:3 yang menyatakan bahwa
Allah telah menyempurkan agama Islam dan meridlainya. Ayat itu turun
saat wukuf di Arafar 9 Dzulhijjah 10 H yang bertepatan dengan Jumat
6 Maret 632. Mungkin ini berkaitan dengan sebutan haji akbar bila
wukufnya jatuh pada hari Jumat.
Tiga bulan setelah turunnya
ayat tersebut Rasulullah wafat pada 12 Rabi'ulawal 11 H. Analisis
astronomis menyatakan 12 Rabi'ulawal mestinya jatuh pada hari Sabtu
6 Juni 632. Namun banyak yang berpendapat Rasulullah wafat pada hari
Senin, itu berarti tanggal 8 Juni 632. Perbedaan dua hari tidak
dapat dijelaskan akibat terjadinya istikmal (penggenapan menjadi 30
hari) bulan Shafar. Mungkin yang terjadi adalah 'kelalaian' masal
dalam penentuan awal bulan akibat kesedihan ummat yang mendalam
menghadapi Rasul yang dicintainya menderita sakit sejak bulan
Shafar.
Terlepas dari 'kelalaian'
tersebut ada hal yang menarik tentang hari Senin 12 Rabi'ulawal
tersebut. Apakah suatu kebetulan atau mu'jizat Rasulullah SAW,
ternyata beberapa peristiwa penting jatuh pada hari Senin 12
Rabi'ulawal. Konsistensi hari dan tanggal membuktikan bahwa
Rasulullah lahir, hijrah, dan wafat terjadi pada hari dan tanggal
tersebut. Walaupun tidak banyak yang bersepakat, pengangkatan
sebagai Nabi saat menerima wahyu pertama kali dan peristiwa Isra'
Mi'raj mungkin pula terjadi pada hari dan tanggal tersebut.
|